Kamis, 14 Februari 2013

13 Februari 2013

jutaan waktu menapaki kehidupan
hingga detik ini, berkuranglah satu usiamu
menuntutmu untuk semakin dewasa
dan bertanggung jawab akan semua perbuatan

selamat ulang tahun, kekasihku
jadilah yang tersukses di masa depan dengan kesungguhan
ku titipkan hadiah kecil ini semoga menjadi yang terindah di hatimu

dan tetap kau ukir namaku, di setiap sela berkurangnya umurmu
untuk menjadi satu, pendamping sisa hidupmu selamanya

aku yang mencinatimu,
Ricka Winatha

Minggu, 23 Desember 2012

Surga di bawah Telapak Kaki Ibu

Ibu, ingatkah kau dengan waktu itu?

di sore hari, mama datang ke sekolahku untuk memberikan selimut saat ia tahu aku lupa membawa selimut untuk tidur. setelah diberinya selimut tersebut, aku bilang sesuatu ke dia "ma, riska enggak bawa sendal jepit, lupa. dengan santai mama cuma bilang "yaudah, ini pake aja" sambil melepaskan sendal di kakinya. "terus nanti mama gimana?" lanjuku. "enggak apa apa deket ini kok, mama gak usah pakai sendal" jawabnya.
saat dulu, mungkin aku sedikit menyepelekan hal itu. tapi ketika aku berfikir kembali, berfikir semakin matang, sungguh kau bisa melihatkan betapa hebatnya ibuku? iyaa, dia ibuku!
hanya demi aku ini, ia rela dan tanpa malu sedikitpun untuk berjalan tanpa alas kaki demi menjaga kaki anaknya agar tidak kotor.

sungguh, hantaman yang sangat besar dikepalaku. apa yang telah dilakukan ibuku? apa yang ada dipikirannya? dan akupun tak tahu bagaimana ia melewati sore itu dengan tanpa alas kaki. dan saat itu, sedikitpun aku tak tahu kelanjutan itu. dan kini, setelah belasan tahun berlalu aku sangat ingin tahu itu. tapi aku takkan sanggup untuk bertanya di hadapanmu.
benar-benar surga  berada di telapak kaki ibu. aku berhutang padamu, ibuku. aku akan menjadi sepertimu, menjadi wanita terhebat di dunia ini.

Aku sayang padamu, dari lubuk hatiku. maafkan aku, Ibu. selamat hari Ibu :')


IBU

"Ibu, kau pelita harapanku. aku percaya, cahayamu takkan pernah padam terangi aku"

ibi kini kau semakin renta
matamu kian kabur
tubuhmu kian mengecil
kulitmu semakin mengkeriput
tapi tidak sedikitpun berkurang untuk cintamu

ibu, sudah berapa banyak uang yang telah kau hamburkan untuk membesarkan aku
sudah berapa banyak keringat yang telah kau keluarkan
dan sudah berapa banyak tetesan air mata kau teteskan untukku
dan aku tidak dapat membalas semua itu

ibu, sungguh tak terhitung kebaikkanmu
sungguh tak terbendung rasa cintamu
hanya untuk manusia tak tahu di untung sepertiku
dan aku tetap tidak dapat membalas semua itu

ibu, hanya terima kasih yang dapat aku berikan saat ini
tapi ibu, aku berjanji aku akan menjadi wanita hebat sepertimu kelak
menjadi wanita yang kuat
menjadi wanita yang istimewa, di   hadapan suami dan anak-anakmu
menjadi anak yang tak pernah lupa akan pengorbananmu
menjadi anak yang paling berbakti dan sukses untukmu, kelak

Sungguh, Ibu aku berjanji.

si kecilmu







Kisah Abadi

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ...

B.J. Habibie

***********

setiap pasangan selalu ingin menjadi seperti romeo & juliet, menjadi edward cullen & bella swan, dan habibie & ainun. cintai aku sampai mati dengan ketulusan, kesetiaan, kesabaran dan keihkhlasan yang dijalani dengan bersama. tidak dapat dipungkuri, pasti ada permasalahan disetiap sudut kehidupan. wahai pendamping masa depanku, sahabat setia kehidupan dan penuntun akhiratku, ajari aku mencintaimu dengan baik. menciptakan kisah cinta abadi, untuk kita. Ya, Aku & Kamu :)

Maka Izinkanlah, Tuhan.

"Tuhan, terkadang aku merasa tidak berarti di dunia ini"

Tuhan, aku tahu aku kecil di muka bumi ini
aku tahu, aku bukan siapa-siapa di hidup ini
aku tahu, tidak ada yang sempurna di nyata ini
tapi Tuhan, apa aku pantas untuk berdiri di besarnya bumi ini?

aku merasa begitu hampa
begitu kosong
dan begitu tidak bernyawa
tapi Tuhan, apa aku pantas untuk berdiri di besarnya bumi ini?

Tuhan, kapan aku memiliki itu semua
kapan harapanku terwujud?
kapan mimpiku menjadi nyata?
dan kapan aku bisa terbangun dari mimpi ini?
tapi Tuhan, apa aku benar-benar pantas untuk berdiri di besarnya bumi ini?

Tuhan, hanya Kau yang tahu betapa besarnya impianku
Tuhan, hanya Kau yang tahu betapa inginnya aku dapat berdiri
izinkan aku berdiri tegak dengan tetap tertunduk pada-Mu
izinkan aku merasakan keindahan itu
dan izinkan aku menikmati lirihnya usaha ini

"tapi Tuhan, apa aku benar-benar pantas untuk berdiri di besarnya bumi ini?"



Jumat, 30 November 2012

suatu saat, jika berubah

"Tuhan, jika memang dia yang terbaik izinkanlah dia untuk tetap disampingku"

mengawali pertemuan itu dengan berjuta cerita
hingga akhirnya kini, kau bersamaku
jika memang benar pepatah mengatakkan,"setiap ada pertemuan, maka pasti ada perpisahan"
maka, aku harus mempersiapkan itu semua

beruntungnya aku, kau yang memilih diriku untuk ada disampingmu
bangganya aku, memiliki kekasih seperti dirimu
suatu saat jika semua berubah
.....................................................................................................

KEJORA

tiba-tiba nemu cerpen belom jadi ini di draft, ihh sejak kapan? kenapa enggak diterusin? ini ceritanya gimana???? LUPA.


"kehidupan ini terlalu indah untuk hanya menyelami kesedihan" 
kata-kata itu yang selalu terngiang di kepalaku, ketika aku berada dalam kesedihan. ibu selalu mengatakkan itu ketika aku berusia 12 tahun. dan di saat itulah, ibu pergi meninggalkan aku.

hai, perkenalkan namaku Kejora. yaa, aku tahu kalian pasti akan merasa cukup aneh mendengar namaku ini. tapi itulah namaku. kalian ingin tahu, mengapa ibuku memberi nama itu? aku terlahir pada malam hari di awal bulan Juli. sama seperti bintang kejora, yang bermula saat maghrib tiba pada awal Juli ini tengoklah langit barat. Walaupun langit belum terlalu gelap, sebuah bintang cemerlang tampak cukup tinggi di langit. Awan tipis musim kemarau pada saat itu pun tak mampu membendung sinarnya. Itulah bintang kejora. Oleh sebab itu, ibuku ingin sekali memberikan nama itu kepada aku sebagai anak ketiga dari tigqa bersaudara. harapan ibu dengan nama kejora itu adalah, agar aku tetap dapat bersinar dan bertahan dalam keadaan apapun. jangan pernah larut dalam kesedihan dan ketakutan, karena Allah selalu bersama dalam diriku.

Meski kini ibu telah tiada, aku tetap bersemangat menjalani aktifitas baruku sebagai anak baru di salah satu SMA ternama ini. setelah tiga tahun di sekolah menengah pertama akhirnya, waktu yang selalu aku tunggu-tunggupun tiba. aku sangat menantukan seragam SMA ini. dan ini dia kali pertama aku akan menginjakkan kakiku ke SMA tercinta.
"Ra, banguuuuuun!!!! sudah jam berapa ini. nanti kamu telat kesekolahnya!" teriak Adin aku tersentak dalam lamunan didepan cermin "iyaaa, kakak bawel! aku udah bangun dari tadi kok"
kamu tau Adin itu siapa? Adin itu kakak kedua ku. yaa begitulah, lihat kan dia begitu cerewet. tapi memang sih, itu karena aku yang suka pemalas bangun pagi. jadi sudah biasa lah ini terjadi dalam isi rumah kami.